Buku Refleksi Kritis Pendidikan IPA menghadirkan rangkaian diskursi tentang dilemma prioritas di ranah Pendidikan IPA di Indonesia yang jarang dibicarakan secara jujur. Berangkat dari dinamika kebijakan global hingga nasional, buku ini menelusuri pergeseran orientasi dari penguasaan konten menuju keterampilan abad ke-21, keterampilan proses sains, scientific reasoning, dan student-centered learning yang autentik. Setiap bab mengupas bagaimana kurikulum, praktik kelas, dan asesmen IPA membentuk cara siswa berpikir, merasakan, dan memaknai sains, bukan hanya sebagai mata pelajaran, tetapi sebagai bagian dari identitas dan masa depan mereka.
Pada saat yang sama, buku ini mengajak pembaca bergumul dengan pertanyaan-pertanyaan kritis: di mana posisi kearifan lokal, etnosains, dan suara siswa adat dalam sistem yang masih dikuasai Western Modern Science dan logika ujian? Melalui pembahasan tentang pluralisme epistemologis, Culturally Relevant Pedagogy, etnopedagogi, dan both-ways education, buku ini menawarkan kerangka konseptual sekaligus gagasan praktis untuk merancang pendidikan IPA yang lebih inklusif, adil, dan relevan. Ditujukan bagi guru, dosen, peneliti, dan pengambil kebijakan, buku ini mengundang pembaca untuk tidak sekadar “mengikuti kurikulum”, tetapi berani merefleksikan, mengkritisi, dan memperbaiki arah pendidikan IPA di Indonesia.










Reviews
There are no reviews yet.