Rp150,000.00

DIAM-DIAM MENGAJAR : Bagaimana Budaya Akademik Membentuk Calon Pendidik

Share :

Di perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan calon guru, dikenal sebagai LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan), calon guru tidak hanya mempelajari konsep dan teori pedagogi. Mereka juga, tanpa sadar, belajar cara mengajar dari cara dosen mengajar mereka. Dari tugas yang harus rapi, format yang harus seragam, penilaian yang menuntut kepastian hasil, hingga kebiasaan kelas yang menuntut patuh, semua itu membentuk “kurikulum diam-diam” yang kelak terbawa ke ruang kelas sekolah. “Calon guru belajar mengajar dari cara mereka diajar.” Kalimat ini sederhana, tetapi menyingkap satu fakta penting: setiap perkuliahan (apa pun mata kuliahnya) pada hakikatnya adalah latihan pedagogi dalam bentuk yang paling nyata bagi mahasiswa calon guru

Melalui potret rutinitas akademik sehari-hari, buku ini membongkar bagaimana budaya kelas, desain tugas, dan orientasi evaluasi (kepatuhan format, kelengkapan dokumen, dan kepastian nilai) dapat mengerdilkan pedagogi menjadi urusan administrasi semata: lengkap, tertata, dan mudah dipertanggungjawabkan, namun miskin pengalaman belajar yang menumbuhkan nalar, rasa ingin tahu, dan keberanian mencoba. Di sini pembaca diajak melihat bahwa “Kompetensi pedagogi bukan sekadar teori, ia pengalaman.” Pengalaman itulah yang membentuk kebiasaan bertanya, keberanian mencoba, cara memaknai kesalahan, dan cara memfasilitasi belajar, empat hal yang menentukan kualitas seorang pendidik jauh melampaui tumpukan dokumen.

Tujuan utama buku ini adalah menyelaraskan dua hal yang sering berjalan sendiri-sendiri di LPTK: pedagogi yang diajarkan sebagai teori dan pedagogi yang dialami dalam praktik perkuliahan sehari-hari. Alih-alih menunjuk siapa yang salah, buku ini membantu pembaca memahami logika sistem yang membentuk kebiasaan kelas (insentif, rasa aman, dan akuntabilitas) lalu mengajak menata ulang kebiasaan itu agar calon guru benar-benar mengalami pedagogi yang memanusiakan. Karena “Yang tidak tertulis di silabus sering paling membekas.”

Di bagian akhir, pembaca diajak melakukan perubahan yang mungkin: langkah kecil yang realistis, bisa dimulai di kelas minggu depan, tanpa menunggu kebijakan besar. Karena pada akhirnya, yang menentukan kualitas guru masa depan bukan hanya apa yang diajarkan di LPTK, melainkan bagaimana LPTK mengajar mereka, di kelas perkuliahan, setiap hari.

 

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “DIAM-DIAM MENGAJAR : Bagaimana Budaya Akademik Membentuk Calon Pendidik”

Your email address will not be published. Required fields are marked *